kilaspendidikan.com, Berita Tasikmalaya – Ratusan warga Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya menggelar audiensi dengan Pemerintah Desa Dawagung di GOR Desa Dawagung, Senin (25/08/2025).
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan terkait transparansi dana BUMDes, mekanisme pemberhentian perangkat desa, serta sikap kepemimpinan Kepala Desa.
Koordinator lapangan aksi, Asep David, menyoroti pengelolaan dana BUMDes yang dialokasikan untuk program ternak domba dan usaha jamur. Menurutnya, program tersebut diduga dikelola langsung oleh pihak keluarga kepala desa tanpa melibatkan struktur BUMDes dan partisipasi masyarakat. Hal itu dianggap mencerminkan praktik nepotisme yang merugikan kepentingan warga, ungkapnya.
Selain itu, warga juga mengkritik gaya kepemimpinan Kepala Desa Dawagung, H. Trio Wibowo Budi, yang dinilai arogan dan kurang membuka ruang dialog. “Selama ini kepala desa terkesan semaunya sendiri. Kami berharap ada perubahan sikap agar beliau bisa lebih humanis dan mau mendengar aspirasi masyarakat,” tegas Asep David dalam orasinya.













