kilaspendidikan.com, Berita Tasikmalaya — Proyek peningkatan ruas jalan di wilayah Cibeureum, Tamansari, dan Kawalu kini menuai sorotan publik. Pekerjaan yang seharusnya menghadirkan infrastruktur berkualitas bagi masyarakat tersebut diduga kuat dilaksanakan secara instan tanpa mengikuti prosedur dan standar teknis konstruksi jalan. Kondisi ini dikhawatirkan tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga membahayakan para pengguna jalan.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, ditemukan dugaan bahwa proses pemadatan lapisan dasar jalan tidak dilakukan sesuai prosedur teknis. Hal ini berpotensi mengakibatkan pemadatan tidak merata, settlement (penurunan tanah), hingga kerusakan berat pada badan jalan dalam waktu singkat.
Seorang ahli teknik yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa kualitas pekerjaan jalan yang dilakukan secara instan dapat memicu berbagai kerusakan serius.
“Proyek instan akan menghasilkan pemadatan yang tidak merata, berujung pada penurunan (settlement) dan jalan akan rusak parah dalam waktu singkat, bahkan berpotensi memicu kecelakaan,” ujarnya.
Apabila standar teknis terus diabaikan, beberapa dampak serius yang dikhawatirkan muncul antara lain:


















