“Seharusnya bangunan proyek peningkatan jaringan irigasi tersier untuk para petani harus sesuai standar prosedur (SOP),” ungkap salah satu warga yang peduli terhadap lingkungan di wilayah tersebut.

Sementara itu, pihak pengawas dari kelompok tani menyebut pekerjaan dilakukan secara swakelola dan sesuai volume. Namun, hasil pengecekan di lapangan justru menunjukkan lemahnya kontrol terhadap mutu pekerjaan.
Hingga berita ini diterbitkan, ketua pelaksana proyek selaku penanggung jawab utama belum dapat dikonfirmasi dan sulit ditemui untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan penyimpangan tersebut. (Tim / Tatang)













