Dalam rekaman percakapan yang beredar antara RL dan AT, terlihat bahwa AT menanggapi tuduhan itu dengan heran. Ia bahkan mempertanyakan kebenaran informasi yang menyebut dirinya meminta uang sebesar Rp5 juta.
“Saya tidak terima dituduh seperti ini. Saya tidak pernah meminta uang sepeser pun kepada pihak P3A,” tegas AT. Jumat (31/10/2025).
Merasa nama baiknya dicemarkan, AT berencana mendatangi kantor Desa Cisaruni pada Senin mendatang untuk meminta penjelasan langsung dari pihak perangkat desa yang diduga menyebarkan tuduhan tersebut.
“Saya akan datang ke kantor desa untuk klarifikasi dan meminta penjelasan dari yang menuduh saya meminta uang sebesar lima juta rupiah,” ujarnya.
Kasus ini mendapat perhatian dari kalangan jurnalis Tasikmalaya. Mereka menilai perlu dilakukan klarifikasi terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman dan citra profesi wartawan tidak tercoreng.
Jika tuduhan tersebut terbukti tidak benar, nama baik AT perlu segera dipulihkan. Namun, jika terbukti sebaliknya, maka tindakan tegas harus diambil demi menjaga marwah profesi jurnalis.
Rim media online kilaspendidikan.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru bagi pembaca. (Ade/Tim)



















