Inisiatif Sekolah Dasar: Menjaga Tradisi Sejak Dini
Dukungan terhadap pelestarian ini juga datang dari tingkat satuan pendidikan dasar. Ditemui di lokasi yang berbeda, Adang selaku Kepala Sekolah SDN Imbanagara Dua menjelaskan peran aktif sekolahnya dalam menumbuhkan minat siswa terhadap seni dan olahraga tradisional.
Kepala Sekolah Adang S.Pd menuturkan, SDN Imbanagara Dua telah lama menjadikan pengenalan budaya sebagai salah satu pilar pendidikan karakter.
“Kami di SDN Imbanagara Dua melihat kegiatan ini sebagai momentum emas. Anak-anak kami sangat antusias. Kami berkomitmen untuk menjadikan nilai-nilai tradisional ini mengakar kuat. Setiap pagi, kami selipkan sedikit latihan permainan tradisional atau pengenalan tarian lokal. Sebab, untuk menjaga tradisi, kita harus memulainya dari bangku sekolah dasar,” jelas Adang dengan penuh semangat.
Ia menambahkan, sekolahnya juga secara konsisten mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk melatih siswa di cabang-cabang tradisional, yang terbukti meningkatkan kedisiplinan dan rasa percaya diri mereka.
Harapan Masa Depan: Ciamis sebagai Pusat Pelestarian Budaya
Perhelatan Olahraga Seni Tradisional di Stadion Atletik Ciamis ini ditutup dengan berbagai penampilan kolosal yang memukau. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa Ciamis tidak hanya unggul dalam bidang olahraga modern, tetapi juga menjadi gardu terdepan dalam menjaga warisan leluhur.
Para peserta, dari tingkat SD , menunjukkan semangat juang yang tinggi, membuktikan bahwa warisan budaya bangsa masih memiliki tempat istimewa di hati generasi milenial. Dengan dukungan penuh dari akademisi seperti Kiki Kohara dan peran aktif sekolah seperti SDN Imbanagara Dua, harapan untuk menjadikan Ciamis sebagai pusat pelestarian olahraga dan seni tradisional di Jawa Barat semakin terbuka lebar. (Heri Heryanto)










