Isu kemungkinan penundaan hingga Syawal juga muncul karena kekhawatiran terkait kesiapan anggaran dan proses verifikasi data ASN. Meskipun Pemkot Tasikmalaya telah menyediakan anggaran sekitar Rp34 miliar untuk pembayaran THR dan mencatat pencairan mulai Senin (12/3/2026), namun sebagian ASN belum menerima dana tersebut, sehingga tuduhan penundaan hingga Syawal semakin diperkuat di tengah masyarakat.
Para ASN mengaku membutuhkan THR untuk memenuhi kebutuhan persiapan Idul Fitri, seperti membeli kebutuhan pokok, merayakan bersama keluarga, dan membayar berbagai kewajiban. Mereka berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi konkrit agar THR tidak menjadi “THS” (Tunggu Habis Semua) dan dapat diterima tepat waktu.
Sampai saat ini, pihak pemerintah kota belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan penundaan THR hingga Syawal. Masyarakat dan para ASN berharap ada kepastian segera agar tidak mengganggu persiapan menyambut hari raya yang penuh berkah. (…..)


















