Hal senada disampaikan oleh Nasir selaku salah satu ketua RT yang langsung bersentuhan dengan warga atau dengan KPM juga mengungkapkan, adapun terkait jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pada tahun 2024 ada sebanyak 2.152 penerima, namun pada tahun 2025 mengalami penurunan menjadi 1.595, dan tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan dari KPM yang tidak lagi mendapatkan bantuan, ungkap Nasir.
Pihak RWT, lanjut Nasir, tentunya meminta kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima bansos agar masyarakat yang sebelumnya sudah terdaftar tetap mendapat haknya di tahun berikutnya.
Selain itu, Nasir juga menekankan perlunya perhatian terhadap mekanisme penyaluran, termasuk biaya operasional (BOP), demi menjaga kondusivitas di lapangan, ujarnya. (Ajat)













