Pada perlombaan kali ini, gelar juara pertama berhasil diraih oleh Haji Ayi dengan burung andalannya bernama “Bocah” dari Tim Taman Jaya (Bengkel). Sementara posisi juara kedua diraih oleh Martin dengan burung “Jhono” dari Tim BBJ Mulyasari. Adapun juara ketiga diraih oleh Bram dengan burung “Kurjawa” dari Tim Madewangi.
Pendi menuturkan bahwa untuk meraih podium juara bukanlah perkara mudah. Seluruh peserta yang turun dalam perlombaan telah mempersiapkan burung terbaiknya sehingga persaingan berlangsung cukup ketat.
“Untuk menjadi juara tidak mudah karena burung-burung yang ikut rata-rata sudah terlatih dan memiliki kualitas yang bagus,” ungkapnya.
Lomba merpati kolong meja sendiri merupakan salah satu cabang perlombaan yang cukup populer di kalangan penghobi merpati. Dengan biaya pendaftaran yang hanya berkisar puluhan ribu rupiah, peserta berkesempatan membawa pulang hadiah ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat perlombaan yang diikuti.
Selain menjadi sarana kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar komunitas penghobi merpati serta menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar yang turut menyaksikan jalannya perlombaan. (Tatang Hidayat)


















