“Saat ini sudah ada 15 suku yang tergabung di FPK. Kami berharap suku-suku lainnya juga dapat bergabung agar silaturahmi semakin erat,” ujar Syahrial Koto usai pelantikannya.
Hal senada disampaikan Pak Warto, yang menjelaskan bahwa 15 suku yang tergabung dalam FPK antara lain Minang, Batak, Jawa, Manado, Ambon, Madura, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Nias, Palembang, Tionghoa, Arab, Sulawesi Selatan, dan Sunda. Keberagaman tersebut dinilai mampu menjaga ketentraman dan kerukunan antar suku melalui peran strategis FPK.
“Dengan adanya wadah ini, antar suku bisa saling mengenal dan menjalin silaturahmi yang lebih erat, serta bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan,” pungkasnya. (Tatang Hidayat)



















