“Di era digital ini, ancaman ideologis menyebar sangat cepat melalui media sosial. Masyarakat, khususnya generasi muda di Tasikmalaya, harus memiliki ‘imunitas Pancasila’ yang kuat. Caranya adalah dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan setiap sila dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Danyon yang markasnya berada di wilayah Tasikmalaya ini.
Brimob Komitmen Jadi Garda Terdepan
<span;>Sebagai Komandan Batalyon, Kompol Ajang Suhendar menyampaikan komitmen penuh dari jajarannya, Batalyon D Pelopor, untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal dan melindungi Pancasila.
“Brimob sebagai salah satu satuan elite Polri memiliki tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, lebih dari itu, kami memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada celah bagi ideologi lain yang mencoba merongrong kedaulatan Pancasila di wilayah hukum kami,” jelasnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah. Selain itu, mereka aktif melakukan kegiatan sosial yang mendekatkan diri dengan masyarakat, sebagai upaya konkret menanamkan nilai-nilai gotong royong dan persatuan.
Upacara yang berlangsung di Balai Kota Tasikmalaya berjalan lancar dan khidmat, mencerminkan semangat persatuan yang kuat. Kompol Ajang Suhendar mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ini mengokohkan kembali fondasi kebangsaan kita. Tasikmalaya harus menjadi contoh kota yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya, mengimbau seluruh warga untuk terus menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi.
(Heri Heryanto)

















