Iyan mengatakan, sebetulnya kami merasa kaget begitu ada inpormasi terkait Tarsudin yang tidak mendapat bantuan, justru dari awal ketika masih ada istrinya dia merupakan skala prioritas bagi kami karena dia sudah lansia yang perlu diperhatikan, tapi yang lainnya pun kami data untuk mendapatkan bantuan, kata Iyan.
“Padahal sebelumnya dia pernah mendapat bantuan salahsatunya BLT dana desa sebesar Rp. 300.000, perbulan ,dan di bagikan pertriwulan selama satu tahun, dan perlu di ketahui tarsudin ini sudah mendapatkan bantuan BLT dana desa sejak tahun 2022,2023,dan 2024,” paparnya saat di temui media Kilaspendidikan.com. di tempat kerjanya.
Sekainbitu, Iyan juga menambahkan, bukan itu saja untuk pelayan kesehatan nya pun kami perhatikan, contohnya seperti tidak aktipnya kartu BPJS, sekarang bisa aktif kembali sehingga bisa dipergunakan, imbuhnya.
“Adapun di tahun 2025 tidak mendapatkan bantuan BLT ,itu ada perubahan data dari hasil musyawarah tingkat dusun, dan tingkat desa , adapun penerima manfaat BLT dana desa di th 2025 tak lain masih sanak sodara pak Tarsudin yang punya penyakit katarak,”jelasnya. (Ajat)



















