Kilaspendidikan.com Berita Ciamis, – dibalik gemerlap dan riuh rendah kemeriahan menyambut Hari Jadi (Milangkala) Kabupaten Ciamis yang ke-384, sebuah kisah pilu menimpa seorang tenaga pendidik. Niat hati ingin ikut larut dalam sukacita pesta budaya Galuh Ethnic Ciamis Carnival, seorang guru bahasa Jepang harus menelan pil pahit setelah gawai (handphone) miliknya raib digondol pencopet di tengah lautan manusia.
(Kamis 11 Juni 2026)
Peristiwa miris ini menimpa Ega Nuryani, S.Hum., seorang guru yang sehari-hari mengajar Bahasa Jepang di SMK Taruna Bangsa, Jl. Kiai H. Moh. Sirod, Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Kronologi Kejadian: Hilang di Tengah Riuhnya Galuh Ethnic Carnival
<span;>Suasana pusat kota Ciamis belakangan ini memang sangat padat oleh masyarakat yang antusias menyaksikan berbagai gelaran seni, salah satunya Galuh Ethnic Ciamis Carnival.
Acara tahunan ini selalu berhasil menyedot perhatian ribuan warga dari berbagai penjuru.
Menurut informasi yang dihimpun, korban berada di lokasi untuk menyaksikan iring-iringan budaya tersebut. Namun, memanfaatkan situasi berdesak-desakan dan kelengahan penonton, pelaku kriminal beraksi dengan sangat cepat.
Adapun unit handphone yang hilang berjenis Tecno Spark 20C dengan kotak penjualan berwarna kombinasi putih-oranye khas, yang memiliki spesifikasi internal:
Kapasitas Penyimpanan: 128 GB ROM
Kapasitas Memori: 8 GB RAM
Fitur Utama: Layar 6.56″ 90Hz, Kamera Utama 50 MP, serta teknologi dts Dual Speakers.



















