Kilaspendidikan.com Berita Ciamis – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, sebuah pesan kuat tentang menjaga akar budaya dan merajut benang toleransi bergaung dari jantung Kabupaten Ciamis.Raden Wahyu, atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Durian Kujang, selaku tokoh sekaligus Ketua Adat di Ciamis, melakukan kunjungan penuh makna ke Kelenteng Hok Tek Bio Ciamis baru-baru ini.( Rabu ,03/03/2026)
Mengenakan pakaian merah yang melambangkan keberanian dan kegembiraan, Raden Wahyu hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai pembawa misi pelestarian nilai luhur bangsa.
Kebanggaan atas Cagar Budaya dan Simbol Kerukunan
Dalam kunjungannya, Durian Kujang menyatakan rasa kagumnya terhadap eksistensi kelenteng yang telah berdiri kokoh melintasi zaman. Bagi beliau, kelenteng ini bukan hanya tempat ibadah bagi umat Tionghoa, melainkan saksi bisu sejarah yang harus dijaga bersama.
“Saya merasa sangat bangga dengan kehadiran kelenteng di Ciamis ini. Ini bukan sekadar bangunan, tapi sudah menjadi cagar budaya yang memperkaya identitas Tatar Galuh. Lebih dari itu, ini adalah simbol nyata dari kerukunan antar umat beragama yang sudah mendarah daging di masyarakat kita,” ujar Raden Wahyu dengan penuh semangat.
Kehadiran Raden Wahyu di sana disambut hangat oleh pengurus kelenteng dan warga sekitar. Momen kebersamaan ini pun diabadikan melalui foto-foto yang menunjukkan keakraban, termasuk saat beliau berpose di depan ikon naga dan barongsai yang menjadi ciri khas kebudayaan Tionghoa.













