Kilaspendidikan.com. Kota Tasikmalaya,– Insiden komunikasi antara wartawan dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya memicu polemik di lingkungan Balai Kota. Peristiwa itu terjadi saat suasana halal bihalal yang semula santai berubah tegang akibat candaan ringan. 30 Maret 2026.
Seorang wartawan, melihat rekannya menerima uang dari sekretaris pribadi Wakil Wali Kota, melontarkan candaan:
“Tekenging milaraan, Pak Wakil.”
Namun respons Dicky Chandra justru di luar dugaan. Dengan nada tinggi, ia menanggapi:
“Kamu bilang apa? Mau malak saya? Saya tidak suka dipalak!”
Ucapan tersebut memicu reaksi di kalangan jurnalis. Sejumlah wartawan menilai tudingan “memalak” berlebihan dan berpotensi menciptakan stigma negatif terhadap profesi pers.
“Kalau tidak berkenan, cukup diluruskan secara santai,” ujar salah satu wartawan.
Situasi berkembang setelah beredarnya tangkapan layar percakapan antar wartawan. Dalam isi percakapan disebutkan bahwa uang tersebut bukan untuk wartawan, melainkan untuk keperluan seperti membeli kopi.



















