Pelaksanaan MATA MUDA Tahun Ajaran 2026/2027 mengacu pada kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik melalui implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Indonesia, Gerakan Indonesia Asri yang selaras dengan konsep ekoteologi, pembentukan budaya ramah dan bebas perundungan, pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta berbagai materi lainnya yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.
Awi Pari menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MATA MUDA di MAN 1 Kota Tasikmalaya dirancang selaras dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, religius dalam sikap, peduli terhadap lingkungan, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
“MATA MUDA bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan madrasah, tetapi menjadi langkah awal untuk menanamkan karakter kepada peserta didik sejak hari pertama. Kami berkomitmen menghadirkan kegiatan yang ramah, aman, bebas dari perundungan, sekaligus memperkuat budaya disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan nilai-nilai keislaman agar lahir generasi MAN 1 Kota Tasikmalaya yang berprestasi serta berakhlakul karimah,” tegasnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan MAN 1 Kota Tasikmalaya dalam pembukaan MATA MUDA dan MPLS Ramah tingkat Kota Tasikmalaya semakin memperkuat sinergi antara madrasah dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Melalui pelaksanaan MATA MUDA 2026, MAN 1 Kota Tasikmalaya berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan madrasah secara cepat, menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama, serta berkembang menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, berkarakter, dan berakhlakul karimah. (Tatang Hidayat)













