Dalam pelaksanaannya, tim membuat lubang biopori berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm yang dipasang di halaman kantor kelurahan, dan saluran air sekitar. Sampah organik seperti sisa sayuran, dedaunan kering, dan limbah dapur warga dimanfaatkan sebagai isian lubang tersebut.
Pemerintah kelurahan berencana melanjutkan program ini secara berkelanjutan, serta mengajak seluruh warga Setiamulya untuk membuat lubang biopori di pekarangan rumah masing-masing. “Kami akan mengedukasi warga, mulai dari cara membuat hingga perawatannya. Manfaatnya ganda: lingkungan bersih, bebas banjir, dan tanah menjadi lebih subur,” tambah Ade Karyana. (Joy)

















