kilaspendidikan.com, Berita Tasikmalaya — Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya yang sempat viral di portal kilaspendidikan.com pada 26 Juli 2025 dengan judul “Peningkatan Jalan di Desa Banyurasa Diduga Asal Jadi, Tidak Sesuai Spesifikasi dan Melebihi Waktu Pengerjaan,” tim media kembali melakukan penelusuran mendalam ke lapangan.
Pada Jumat, 01 Agustus 2025, tim media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyurasa. Namun saat menyambangi kediaman BPD berinisial D.E, seorang anak kecil yang keluar dari rumah tersebut menyampaikan, “Bapak lagi di sawah, belum pulang.”
Tim sempat menunggu di gang dekat kediaman, namun setelah lebih dari 30 menit menunggu, D.E tak kunjung terlihat.
Di hari yang sama, di lokasi berbeda, seorang warga yang juga dikenal sebagai pegiat kontrol sosial menyampaikan bahwa D.E diduga tidak memahami fungsinya sebagai anggota BPD. “Benar pak, dari awal pengerjaan proyek peningkatan jalan gang Sanding Barat – Bulak Bangke di Dusun Sanding, Desa Banyurasa, tidak pernah terlihat hadir di lokasi,” ungkapnya kepada kilaspendidikan.com.
Proyek yang menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 senilai Rp 78.652.000 dengan volume 215 meter tersebut, semestinya dikerjakan selama 20 hari kerja. Namun, fakta di lapangan menunjukkan proyek molor hingga sekitar 33 hari.
“Baru terlihat ke lokasi seminggu setelah pekerjaan selesai. Padahal BPD punya peran penting dalam mengawasi jalannya pembangunan, termasuk penggunaan anggaran dan pelaksanaan program desa,” tambahnya.

















