Tokoh Masyarakat: “Ini Soal Keselamatan, Bukan Kenyamanan”
Kondisi memprihatinkan ini menarik perhatian sekaligus kritik dari tokoh masyarakat setempat, H. Wahyu, pemilik usaha Durian Kujang. Ia mengaku terenyuh setelah melihat langsung keadaan rumah tersebut.
“Sungguh miris sekali. Di tengah pemerintah sering mengumandangkan program pengentasan kemiskinan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), ternyata masih ada warga di pusat Kecamatan Ciamis yang kondisinya sekritis ini,” tegas H. Wahyu dengan nada kecewa.
Ia menekankan bahwa situasi ini sudah masuk dalam kategori darurat karena menyangkut keselamatan jiwa penghuninya. Struktur bangunan yang rapuh berisiko tinggi roboh jika terus terkena hujan dan angin kencang.
“Ini bukan lagi urusan kenyamanan, tapi soal nyawa. Saya berharap pihak kelurahan, kecamatan, Dinas Sosial, dan instansi terkait segera turun tangan. Jangan menutup mata, berikan bantuan Rutilahu secepatnya untuk keluarga Ibu Mastuti,” tambahnya.
Menanti Uluran Tangan dan Respons Pemerintah
Hingga berita ini disampaikan, keluarga Mastuti hanya bisa berpasrah dan berharap. Mereka menanti kepedulian, baik dari pemerintah daerah melalui program Rutilahu, lembaga seperti Baznas, maupun dermawan yang tergerak hatinya.
Masyarakat luas pun kini menunggu tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Ciamis. Kasus ini menjadi ujian kepekaan, mengingat masalahnya terjadi tepat di wilayah yang tidak jauh dari pusat kekuasaan. Akankah bantuan segera tiba untuk mengubah nasib dan memberikan tempat tinggal yang aman bagi Turkim dan Mastuti? (Tim)



















